Masjid Ki Ageng Chasan Besari
Galeri

Masjid Ki Ageng Chasan Besari

Religi

Masjid Ki Ageng Chasan Besari terletak di Desa Gumelem Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara dikenal Masyarakat Banjarnegara sebagai Masjid tua yang bersejarah yang berperan sebagai saksi nyata masuknya peradaban Islam pada tahun 1599 M dan menjadi simbol falsafah adat Gumelem. Masjid ini berdiri di atas lahan seluas 5.280 m2, memiliki fungsi utama sebagai tempat ibadah dan kegiatan keagamaan serta sebagai pemersatu warga. Wacana Sejarah Peradaban Islam menunjukan bahwa Arsitektur Islam di Jawa telah mengalami proses akulturasi yang memperkaya identitas budaya lokal, salah satu bentuk arsitektur yang mencerminkan integrasi tersebut adalah Masjid Ki Ageng Chasan Besari yang menggunakan bangunan tajug, melalui bentuk atap limas bujur sangkar yang menjulang tinggi, melambangkan harmoni antara tradisi Islam dan budaya tradisional Jawa, mengokohkan identitas serta merupakan simbol spiritual dalam masyarakat. Karakteristik akulturasi budaya Islam dan Jawa mencakup denah simetris, tata ruang yang inklusif, material alami, ornamen khas, site plan masjid, serta struktur dan konstruksi yang mencerminkan perpaduan berbagai budaya. Elemen seni hias pada bangunan masjid mencerminkan pengaruh Hindu sebelum akhirnya diintegrasikan dengan nilai-nilai Islam dan tradisional Jawa.

Masjid Ki Ageng Chasan Besari terletak di Desa Gumelem Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara dikenal Masyarakat Banjarnegara sebagai Masjid tua yang bersejarah yang berperan sebagai saksi nyata masuknya peradaban Islam pada tahun 1599 M dan menjadi simbol falsafah adat Gumelem. Masjid ini berdiri di atas lahan seluas 5.280 m2, memiliki fungsi utama sebagai tempat ibadah dan kegiatan keagamaan serta sebagai pemersatu warga. Wacana Sejarah Peradaban Islam menunjukan bahwa Arsitektur Islam di Jawa telah mengalami proses akulturasi yang memperkaya identitas budaya lokal, salah satu bentuk arsitektur yang mencerminkan integrasi tersebut adalah Masjid Ki Ageng Chasan Besari yang menggunakan bangunan tajug, melalui bentuk atap limas bujur sangkar yang menjulang tinggi, melambangkan harmoni antara tradisi Islam dan budaya tradisional Jawa, mengokohkan identitas serta merupakan simbol spiritual dalam masyarakat. Karakteristik akulturasi budaya Islam dan Jawa mencakup denah simetris, tata ruang yang inklusif, material alami, ornamen khas, site plan masjid, serta struktur dan konstruksi yang mencerminkan perpaduan berbagai budaya. Elemen seni hias pada bangunan masjid mencerminkan pengaruh Hindu sebelum akhirnya diintegrasikan dengan nilai-nilai Islam dan tradisional Jawa.
Informasi Wisata
  • Harga TiketGratis
  • LokasiGumelem, Susukan, Banjarnegara
  • Jam Buka08.00 - 17.00
  • Jarak38.00 km
Nilai Kriteria
BiayaSangat Murah
JarakDekat
FasilitasLengkap
AksesibilitasSangat Mudah
Cari Rekomendasi

Wisata Lainnya

Dataran Tinggi Dieng
Dataran Tinggi Dieng
Detail
Arung Jeram Sungai Serayu
Arung Jeram Sungai Serayu
Detail
Curug Pitu
Curug Pitu
Detail
Rekomendasi